Mungkin masih ada yang bertanya –
tanya apa sebenarnya yang dimaksud dengan internet. Atau ketika ditanya tentang
internet cuma bisa bingung tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Jadi, Internet (kependekan dari interconnection-networking)
adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung ke seluruh
dunia, hubungan itu memungkinkan terjadinya tukar menukar data dan informasi
dengan sangat cepat.
Kamis, 11 Desember 2014
Rabu, 26 Juni 2013
SUKSES DALAM HITUNGAN DETIK!
Cerita sukses
ini saya mulai tulis justru dalam keadaan lampu mati, suasana gelap
tanpa bulan di atas mobil internet yang sinyalnya tidak pernah
maksimal. Tapi saya tetap menyebutnya cerita sukses,
karena bagi saya sukses
itu tidak harus menghasilkan sesuatu yang besar, banyak, mewah atau
berlimpah ….
lalu apakah sukses
itu?
Ukuran kesuksesan
itu umumnya antara lain diukur dengan materi semata. Walaupun ada
juga yang mengaitkan dengan spiritualitas, jadi gambaran sukses
itu adalah, punya pasangan yang perfect, rumah besar, mobil keluaran
terbaru, gadget dengan fitur terlengkap, ke Tanah Suci sudah bolak
balik, ibadah tidak pernah lalai, semua kriteria penghuni surga sudah
terpenuhi, maka apalagi jika bukan sukses
namanya. Semua kita menginginkan hal itu ada dalam kehidupan kita,
istilah kerennya HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID!
Imbasnya adalah, orang yang keadaan
hidupnya tidak memenuhi kriteria diatas akan dinilai belum sukses,
lebih parah lagi jika yang menganggap tidak sukses
itu adalah diri sendiri.
Padahal suksez itu bisa sangat kecil
dan sederhana. sukses
itu bisa dicapai setiap saat bahkan dalam hitungan detik.
Wow!. sukses
dalam hitungan detik? Adakah yang pernah
memikirkannya? Kalau belum, wajar.
Kebanyakan para ahli motivasi
menyampaikan ide – ide mereka tentang sukses
dengan panjang lebar, terus memotivasi para peserta seminar dengan
kata – kata yang menggambarkan kedahsyatan sang motivator dalam
menilai para peserta seminar... mungkin dalam benak para peserta
bahwa sang motivator sudah paham betul bagaimana mmenyukseskan
mereka. Kata – kata yang dianggap akan menggugah disampaikan
dengan berapi – api pun waktu yang ada sering terasa tidak cukup
bagi peserta seminar untuk terus dibuai dengan gambaran peluang demi
peluang menuju kesuksesan.
Sampai pada ujung materi seminar sang motivator menutup dengan kata
kunci “semua akhirnya kembali kepada pribadi masing – masing”
seminar
ditutup, semua peserta yang sudah membayar mahal itu pulang dengan
berbagai ragam isi kepala mereka. Kesimpulannya semua yang dikatakan
para motivator itu benar tapi pertanyaannya kemudian WHAT NEXT?
Akhirnya cuma bisa bergumam “cape, deh!”
saya
adalah penonton setia sebuah acara TV yang bertema motivasi, atayu
boleh disebut mantan penonton setia. Masalahnya adalah efeknya tidak
banyak berpengaruh terhadap cara hidup saya, jadi aneh bagi saya
bahwa acara itu tidak memotivasi penontonnya untuk menjadi penonton
setia. Kata – katanya lebih banyak mengganggu pikiran karena
mwnimbulkan motivasi dalam diri saya bahwa sukses
itu susah dan mahal. Bagaimana tidak, semua hal negatif yang
dipaparkan ada dalam diri saya. Kemudian saya harus berubah agar bisa
sukses
lalu
sukses itu apa?
Sukses
itu bagi saya adalah ketika saya selesai menulis artikel ini...
kesuksesan
berikutnya adalah ketika saya telah berhasil mengupload ke blog saya
ITULAH
SUKSES!
Dan saya mencapainya dalam hitungan SETIAP
DETIK!!
Jumat, 28 Desember 2012
seri memandang hidup
“berusaha selalu melihat sisi baik dari kehidupan, dan tak lupa untuk mengambil hikmah dari sisi lainnya.....”
Itulah
status yang sempat kutulis di akun facebook tepatnya tanggal 27
Desember 2012, yang segera dalam hitungan detik direspon oleh seorang
sahabat online Paisal Rauf, tentu saja terima kasih kepada beliau
yang menunjukkan apresiasi sebagai tanda adanya hal positif dalam
interaksi di dunia maya.
Berbagai
persoalan hidup yang melanda memang sering membuat kalang kabut
pikiran dan suasana hati kita.
Persoalan
paling penting dari semua itu adalah sikap kita dalam menghadapi
setiap masalah yang ada. Sikap dan pikiran positif selalu menjadi
senjata terbaik manghadapinya. Kalau bahasa agama, ada pernyataan
bahwa jadikan sabar dan shalat sebagai penjagamu. Makna bahwa untuk
bisa menjadi the positivers kita harus berikhtiar dan bertawakal.
Ada
anggapan sementara orang bahwa bersabar itu identik dengan diam tanpa
berbuat apa – apa. Padahal sesungguhnya sikap sabar itu tidak
sesederhana itu. Seseorang yang mampu bersabar pastilah orang yang
memiliki kualitas pribadi yang kuat. Karena itu kesabaran sebenarnya
justru lebih identik dengan kekuatan ketimbang kelemahan. Antara
lemah dan sabar adalah sangat paradoks. Orang lemah tak akan mampu
bersabar, sedang orang sabar justru akan menjadi lebih kuat dalam
menghadapi setiap persoalan hidupnya. Wallahu A'lam.
Senin, 24 Desember 2012
STOP KAPITALISME
Online dengan jaringan internet
berbasis Linux memang agak sedikit ribet. Dominasi Windows sudah
keterlaluan. Hampir arti dari komputer adalah suatu perangkat
teknologi yang menggunakan System operasi Windows dan program
aplikasi Microsoft Office. Defenisi itu untunglah tidak terlanjur
jadi mitos yang menyebalkan. Adanya program aplikasi berbasis Linux
menyebabkan dominasi produk kapitalis brengsek itu bisa dihadang.
Tapi lagi – lagi dasar manusia pada bego, sudah ada yang gratis
masih pilih yang mahal. Apa mereka tidak sadar bahwa setiap rupiah
yang mereka bayar untuk software mahal itu hanya menjadikan kapitalis
itu semakin rakus. Marilah kita semua beralih ke LINUX dan hentikan
kapitalisme SEKARANG
Label:
aplikasi,
kapitalisme,
linux,
majene,
ponpes
Sabtu, 09 Oktober 2010
PT lokal Vs PT kelas jauh
Kabupaten Majene telah mencanangkan sebagai pusat pendidikan di wilayah Sulbar. salah satu unsur yang menjadi pendukung yang berpengaruh signifikan adalah keberadaan Perguruan Tinggi baik Agama maupun Umum. Di Kabupaten Majene setidaknya telah ada 2 Perguruan tinggi Agama lokal (bukan kelas jauh) dan 6 Perguruan Tinggi Umum lokal yang masih aktif menyelenggarakan perkuliahan. Beberapa PT kelas jauh juga masih eksis walaupun sebenarnya itu adalah pelanggaran serius terhadap aturan dan edaran Dirjen Dikti yang pernah menghebohkan itu. keberadaan kelasjauh ini menjadi hal yang masih mengganjal akibat tidak konsistennya strategi pemerintah dalam mengambil kebijakan yang dapat mempercepat proses menuju kearah yang dikehendaki. keberadaan kelas jauh telah menyedot dana yang tidak sedikit mengalir keluar daerah dari pembayaran mahasiswa yang disetor ke PT induk di Polman, Pinrang, Pare - Pare dan Makassar. Setidaknya pemerintah perlu menempuh berbagai upaya kongkrit agar cita - cita yang luhur dapat tercapai.
Pemerintah perlu menunjukkan secara tegas keberpihakan kepada perguruan Tinggi swasta lokal yang sudah eksis di Majene.bagaimanapun PT lokal adalah asset daerah yang sangat penting dan strategis.Walaupun masih banyak yang harus dibenahi, tetapi dari sisi pengelolaan, sudah menunjukkan hal yang bisa dinilai baik. Hal ini bisa diukur dari banyaknya perguruan tinggi baik Agama maupun umum yang telah memperoleh akreditasi dari BAN-PT.
Ketidak tegasan Pemkab terhadap PT kelas jauh menjadi salah satu penghambat yang cukup berarti. Alasan tidak adanya PT lokal yang membuka jurusan yang dibutuhkan tidak lalu menjadi legitimasi untuk mencari solusi instan. justru harus memicu upaya dari Pemkab untuk mendukung PT lokal membuka jurusan yang dibutuhkan di daerah ini. toh, kenyataannya dari sisi kualitas pengelolaan maupun output lulusannya, perkuliahan PT kelas jauh tidak lebih baik dari PT lokal. sehingga terlihat jelas bahwa yang dicari hanya uang, bukan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya di Majene.
salah satu hal yang penting adalah, perlunya upaya yang sungguh - sungguh dari semua pihak yang berkompeten untuk menyusun strategi dan rencana aksi yang sinergi untuk merumuskan kebijakan terutama untuk mendukung upaya pengelola PT swasta lokal untuk menambah jurusan baru yang dibutuhkan bagi peningkatan kualitas SDM di Majene. Dukungan penuh dari pemerintah daerah juga dibutuhkan untuk menaikkan "gengsi" PT lokal dengan mengupayakan back up terhadap upaya PT lokal mencari funding untuk bantuan sarana dan prasarana.
Terlepas dari motivasi yang melatar belakangi, Gubernur Sulbar Bapak Anwar Adnan Saleh telah menunjukkan contoh dengan memberikan bantuan kepada Yayasan Pendidikan Tomakaka, walau itu masih perlu tindakan lebih lanjut. Mestinya semua Yayasan Pendidikan Tinggi yang ada mendapatkan perlakuan yang sama tanpa ada pengecualian.
Mungkin tulisan ini terlalu singkat. Tetapi setidaknya ini bisa menjadi bahan telaah bagi pihak yang berkompeten. sehingga bisa menghasilkan kebijakan yang membumi dan hasil yang kongkrit.
Pemerintah perlu menunjukkan secara tegas keberpihakan kepada perguruan Tinggi swasta lokal yang sudah eksis di Majene.bagaimanapun PT lokal adalah asset daerah yang sangat penting dan strategis.Walaupun masih banyak yang harus dibenahi, tetapi dari sisi pengelolaan, sudah menunjukkan hal yang bisa dinilai baik. Hal ini bisa diukur dari banyaknya perguruan tinggi baik Agama maupun umum yang telah memperoleh akreditasi dari BAN-PT.
Ketidak tegasan Pemkab terhadap PT kelas jauh menjadi salah satu penghambat yang cukup berarti. Alasan tidak adanya PT lokal yang membuka jurusan yang dibutuhkan tidak lalu menjadi legitimasi untuk mencari solusi instan. justru harus memicu upaya dari Pemkab untuk mendukung PT lokal membuka jurusan yang dibutuhkan di daerah ini. toh, kenyataannya dari sisi kualitas pengelolaan maupun output lulusannya, perkuliahan PT kelas jauh tidak lebih baik dari PT lokal. sehingga terlihat jelas bahwa yang dicari hanya uang, bukan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya di Majene.
salah satu hal yang penting adalah, perlunya upaya yang sungguh - sungguh dari semua pihak yang berkompeten untuk menyusun strategi dan rencana aksi yang sinergi untuk merumuskan kebijakan terutama untuk mendukung upaya pengelola PT swasta lokal untuk menambah jurusan baru yang dibutuhkan bagi peningkatan kualitas SDM di Majene. Dukungan penuh dari pemerintah daerah juga dibutuhkan untuk menaikkan "gengsi" PT lokal dengan mengupayakan back up terhadap upaya PT lokal mencari funding untuk bantuan sarana dan prasarana.
Terlepas dari motivasi yang melatar belakangi, Gubernur Sulbar Bapak Anwar Adnan Saleh telah menunjukkan contoh dengan memberikan bantuan kepada Yayasan Pendidikan Tomakaka, walau itu masih perlu tindakan lebih lanjut. Mestinya semua Yayasan Pendidikan Tinggi yang ada mendapatkan perlakuan yang sama tanpa ada pengecualian.
Mungkin tulisan ini terlalu singkat. Tetapi setidaknya ini bisa menjadi bahan telaah bagi pihak yang berkompeten. sehingga bisa menghasilkan kebijakan yang membumi dan hasil yang kongkrit.
Langganan:
Postingan (Atom)